
Sejarah SORBAN SANTRI
Cyber Aswaja muncul setelah DTD 2019 di Pacet Mojokerto, selang 1 Bulan tepatnya tanggal 4 Desember 2019. Berawal dari situ gagasan itu muncul dari salah satu personal Biro Infokom satkorcab Mojokerto dengan tujuan mengawal pergerakan Ansor dan Banser dalam berkhidmat pada NU.
Dari situ Cyber Aswaja mempunyai tekat untuk berperang di dunia maya seperti halnya Sosial Media dengan cara penguasaan index Aswaja di Google. Yang mana pada saat itu keadaan negeri ini banyak fitnah dan tuduhan miring terhadap ajaran ahlussunnah wal jamaah annahdliyah atau NU. Seperti halnya index Banser jaga gereja dan Banser bakar bendera tauhid sebenarnya masih banyak index" yang lain dan tidak sepaham dengan Aqidah Annahdliyah.
Lantas apa hubungannya dengan Sorban Santri? Lambat laun Cyber Aswaja sepertinya untuk kedepan akan ketahuan gerak geriknya didunia maya oleh kelompok yang berseberangan dengan NU, akhirnya bergantilah nama Cyber Aswaja menjadi SorBan. Sebenarnya SorBan adalah singkatan dari Ansor Banser yang kemudian sama Gus Mahbub disarankan untuk menambahkan Santri dibelakangnya SorBan sehingga munculah nama Sorban Santri.
Adapun tujuan dari bergantinya Cyber Aswaja ke Sorban Santri adalah untuk membiaskan fenomena index yang berseberangan dengan NU agar mereka (minhum) juga mempelajari Aqidah Annahdliyah secara tidak sadar bahwa yang mereka pelajari dan fahami adalah NU. Dari situ Sorban Santri berkembang pesat dan menjadi sumber bacaan bagi kelompok atau organisasi yang sebelumnya berseberangan dengan NU. Melalui dari sumber hukum, dalil, sejarah, budaya, adab, dll selalu di masukkan dalam index agar terbaca oleh kelompok yang semula menyesatkan NU. Sebenarnya masih banyak yang diceritakan perihal kisah Sorban Santri.
Bersambung....
Salam Pergerakan!!!
Dukung kami dengan support LIKE, SUBCRIBE, KOMEN dan SHARE